Iklan
SCROLL TO CONTINUE
Mode Gelap
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Lapor Pak ! Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) Mengancam Sapi di Bangka Belitung


Bangka Tengah, Lapor Pak ! (21 September 2023) - Kabar kurang menggembirakan datang dari Bangka Belitung, di mana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) mencatat bahwa sebanyak 72 sapi telah terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) hingga September 2023. LSD adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit hewan ternak ini.

Sub Koordinator Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Belitung, drh Correy Wahyu Adi Sulistyo, mengungkapkan bahwa penyakit ini telah menyebar di empat kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut, yaitu Bangka, Bangka Narat, Bangka Tengah, Belitung, dan Pangkalpinang.

Untuk mengatasi dan mencegah penyebaran penyakit ini, pemerintah telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin LSD untuk hewan ternak. Saat ini, stok vaksin tersebut masih tersedia di provinsi, dan beberapa telah digunakan di Bangka Tengah, Bangka Selatan, serta UPTD Balai Proteksi milik provinsi.

Selain vaksinasi LSD, pemerintah daerah juga telah melakukan vaksinasi terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK). Correy menjelaskan bahwa sapi yang telah divaksinasi PMK harus menunggu satu bulan sebelum divaksinasi LSD untuk mencapai kekebalan tubuh yang maksimal. Untuk vaksinasi PMK, setiap ekor sapi dapat menerima tiga kali vaksinasi: pertama pada bulan Januari, kedua pada bulan Februari, dan vaksin booster diulang 6 bulan kemudian. Namun, untuk vaksinasi LSD, cukup dilakukan setahun sekali.

Saat ini, sekitar 500 sapi di berbagai wilayah seperti UPTD Bangka Tengah dan Bangka Selatan telah divaksinasi LSD, dan stok vaksin masih mencapai sekitar 4.500 dosis. Fokus utama saat ini adalah vaksinasi PMK, tetapi target berikutnya adalah vaksinasi LSD. Dengan harapan bahwa sapi-sapi yang telah divaksinasi PMK dan LSD akan menjadi kebal terhadap penyakit ini meskipun virusnya masih ada di lapangan.

Correy menekankan bahwa sapi yang terkena PMK dan LSD masih dapat dikonsumsi karena tidak meninggalkan residu berbahaya pada daging sapi. Oleh karena itu, hal ini tidak berpengaruh pada konsumsi atau kualitas daging sapi, dan penyakitnya juga tidak menular kepada manusia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung telah melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) untuk melindungi sapi ternak. Penyakit ini disebabkan oleh virus pox dan sudah mulai menyebar ke wilayah Indonesia, meskipun belum ada laporan kasus di Bangka Belitung.

Penularan penyakit LSD terjadi melalui vektor seperti lalat, sehingga perlu dilakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas sapi yang masuk ke wilayah Bangka Belitung. Pemerintah setempat akan melakukan perketatan pengawasan dan persyaratan bagi sapi yang masuk ke daerah tersebut, demi mencegah penyebaran penyakit yang dapat merusak produktivitas sapi dan mengurangi kualitas daging mereka.

Meskipun penyakit ini cepat menular, namun tidak mematikan. Dengan adanya vaksin yang tersedia, upaya pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan. Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada peternak sapi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang penyakit ini dan tindakan pencegahan yang perlu diambil.

Pentingnya kesadaran dan tindakan proaktif dalam melindungi ternak dan memastikan kualitas daging yang aman untuk dikonsumsi menjadi perhatian utama dalam menghadapi ancaman penyakit ini. (Sumber : Bangka Pos, Editor : Lapor Pak)
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Iklan