Bangka Tengah, LaporPak.Co.Id - Sebuah tragedi yang mengguncang terjadi di Bangka pada Rabu (4/10/2023) ketika seorang warga bernama Ateng tewas ditembak dalam sebuah peristiwa perselisihan. Namun, sebelum kejadian tragis tersebut, korban telah melakukan pencarian terhadap pelaku penembakan.
Menurut salah satu warga yang mengenal korban, dalam tiga hari sebelum kejadian, Ateng mencari pelaku dengan niat untuk melukainya, yang pada akhirnya berubah menjadi nasib tragis bagi dirinya. "Pelaku saat itu tidak bekerja, jadi ketika dicari oleh korban, baru hari itu keduanya bertemu dan perselisihan pun terjadi, yang berakhir dengan penembakan," ungkapnya.
Penduduk setempat menceritakan bahwa sebelum konflik dan penembakan terjadi, pelaku dan korban sempat berbicara untuk mencoba meredakan masalah yang sebenarnya terkait hal yang sepele. Namun, kejadian tragis terjadi ketika Ateng mengambil sebilah parang dari pondoknya, mungkin sebagai tindakan bela diri, dan akhirnya ditembak oleh pelaku.
Terkait motif perselisihan ini, warga setempat hanya mendengar bahwa keduanya terlibat dalam pencarian batu gunung di Desa Terak Atas. Rumah pelaku, Jahari, berjarak sekitar 800 meter dari rumah orang tua korban, yang terletak di Desa Terak, Kecamatan Simpang Katis, sementara korban bernama Ateng tinggal di Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, asli orang Terak.
Polisi telah mengungkap bahwa motif di balik peristiwa ini adalah persaingan bisnis batu gunung antara korban dan pelaku. Kapolsek Simpang Katis, Iptu Syafruddin, menjelaskan bahwa keduanya adalah penjual batu gunung di Terak. Persaingan bisnis ini memuncak karena penurunan jumlah pelanggan yang akhirnya memicu perselisihan yang berujung tragis. Penembakan terjadi dengan senapan angin, dan pelaku telah diamankan oleh kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.