PANGKALPINANG - Suatu momen haru dan penuh kebanggaan melanda Pangkalpinang saat Wali Kota, Maulan Aklil, atau yang akrab disapa Molen, meneteskan air mata dalam sambutannya pada peresmian Masjid Agung Kubah Timah. Molen, yang tengah mengakhiri masa jabatannya, menuturkan bahwa perjuangan pembangunan masjid ini bukanlah perjalanan yang mudah. Mulai dari mencari lahan hingga upaya untuk mendapatkan hibah bangunan, setiap langkah dihadapi dengan tantangan.
"Ya Allah, senang benar hati saya hari ini. Di saat terakhir saya menjadi Wali Kota Pangkalpinang, saya punya legacy, dan ini bukan karena Molen, tapi ini karena Allah SWT," ungkap Molen dengan suara terbata-bata, sambil menyeka air matanya, pada Jumat (10/11/2023).
Molen tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut mendukung pembangunan Masjid Agung Kubah Timah. Ia juga memohon maaf atas segala kekhilafan selama kepemimpinannya. "Saya bersama bang Sopian izin pamit, kami mohon maaf selama ini kalau ada salah-salah dalam memimpin Kota Pangkalpinang. Kami manusia biasa pasti penuh salah dan khilaf, kami sadar tidak mudah menjadi seorang pemimpin, terima kasih semuanya," ucapnya tulus.
Molen berjanji bahwa pembangunan Masjid Agung belum berakhir. Rencananya, kubah empat dan kubah lima akan menjadi bagian lanjutan dari proyek ini. "Kubah pertama untuk salat, kubah dua adalah ruang wudhu dan toilet wanita, kubah ketiga ada ruang wudhu dan toilet pria. Mohon doanya semuanya kita akan bangun lagi kubah keempat untuk Islamic Center dan kubah lima untuk ruang serbaguna," jelasnya.
Lebih menariknya lagi, Molen membeberkan rencana adanya Skywalk atau jembatan layang sebagai akses pejalan kaki langsung menuju Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang. Sebuah inovasi yang menandai komitmen untuk memperkuat hubungan antara masjid dan masyarakat, serta menciptakan ruang yang nyaman dan ramah untuk seluruh warga.
"Tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah masjid, atas ridho Allah SWT, masjid pasti akan berdiri tegak," pungkas Molen dengan semangat, mencerminkan keyakinannya bahwa setiap langkah yang diambil dengan niat baik dan ridho Allah pasti akan berhasil, menjadi pewaris yang tak ternilai dari kepemimpinannya di kota ini. (Penulis : Zulfikar, Editor : Dwi Frasetio)