Jakarta,LaporPak.Co.Id (22 September 2023) - Dalam suasana persiapan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), pernyataan Deddy Yevry Sitorus, Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres PDIP, tentang calon presiden yang hanya "jago berbicara" telah memicu respons tajam dari Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB. Jazilul menganggap pernyataan Deddy sebagai kurang relevan dan bahkan mengungkapkan rasa kasihan terhadapnya.
Jazilul menyebut Deddy sebagai "tong kosong yang nyaring bunyinya" dan menegaskan bahwa publik saat ini memiliki kemampuan untuk menilai integritas dan prestasi calon pemimpin tanpa harus terpaku pada kemampuan berbicara semata.
"Kasihan! Itu tong kosong nyaring bunyinya. Publik sudah cerdas menilai integritas dan prestasi calon pemimpinnya," ujar Jazilul dalam tanggapannya kepada wartawan pada Kamis (21/9/2023).
Pernyataan Jazilul tidak hanya menanggapi pernyataan Deddy, tetapi juga menyindir sikap orang yang merasa paling bersih dan pintar. Dia mengatakan, "Hanya orang picik yang selalu memandang dirinya paling bersih tanpa noda dan merasa paling pintar."
Selain itu, Jazilul juga mengajak semua pihak untuk tidak saling tuding menjelang Pilpres. Dia menyoroti orang-orang yang terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain dan tidak fokus pada prestasi.
"Tidak usahlah sibuk tudang tuding sana sini tapi minim prestasi. Dia yang gatal tapi sibuk menggaruk punggung orang lain," tambahnya.
Jazilul Fawaid juga menekankan soliditas koalisi pendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) serta fokus pada upaya pemenangan dalam Pilpres mendatang.
"AMIN solid dan fokus bergerak menuju pemenangan," ujarnya.
Pernyataan Deddy Sitorus yang memicu respons Jazilul Fawaid awalnya berkaitan dengan pentingnya memilih presiden yang memiliki rekam jejak bersih. Deddy menyatakan bahwa calon presiden PDIP, Ganjar Pranowo, adalah pilihan yang memiliki rekam jejak tanpa noda. Ia juga mencatat adanya calon presiden lain yang diduga merekrut aktivis untuk membersihkan noda masa lalu mereka.
Pernyataan Deddy juga menyentuh tentang calon presiden yang "jago ngomong" namun tidak mampu melaksanakan kerja sesuai dengan janji yang disampaikan kepada publik.
Sementara persaingan politik semakin memanas menjelang Pilpres, perdebatan antarfigur dan partai politik menjadi hal yang tak terhindarkan. Publik akan terus mengikuti perkembangan politik dalam negeri, dan pilihan mereka dalam pemilu akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk integritas, prestasi, dan kemampuan nyata calon pemimpin dalam memimpin bangsa ini. (Sumber : DetikNews, Editor : Lapor Pak)