Pangkalpinang - Penjabat Gubernur (Pj Gubernur) Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, kini mendapat desakan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai akibat dari berbagai kontroversi yang melibatkannya. Kelompok Bangka Belitung Peduli, yang terdiri dari tokoh masyarakat dan adat, telah mengirimkan pesan tegas kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, agar mengevaluasi kinerja Suganda.
Meskipun desakan ini semakin intens, Suganda belum memberikan tanggapan resmi. Dalam keterangan kepada Tempo, ia hanya mengatakan, "Saat ini belum ada tanggapan karena belum tahu apa yang disoal. Nanti ya. Semoga semua aman-aman saja. Terima kasih."
Desakan untuk mengundurkan diri Suganda didasarkan pada pandangan bahwa perilaku dan pernyataannya sering menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di tengah masyarakat. Koordinator Bangka Belitung Peduli, Subri Arthasarana, menyatakan bahwa Suganda dinilai kurang cakap dalam memimpin provinsi tersebut, tidak memahami budaya Melayu, dan sering kali menciptakan masalah.
Selama menjabat sebagai Pj Gubernur Bangka Belitung, Suganda terlibat dalam sejumlah kontroversi, termasuk penghentian laporan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Kontras, dan Perludem terkait maladministrasi dalam proses pengangkatan Penjabat Kepala Daerah oleh Menteri Dalam Negeri. (Redaksi)