Pangkalpinang - Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, menghadapi protes dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait surat evaluasi kinerja yang telah dikirimkan kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Suganda mengungkapkan ketidakpuasannya karena surat tersebut dikirim tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepadanya.
Surat evaluasi kinerja Pj Gubernur ini awalnya disampaikan oleh Kelompok Bangka Belitung Peduli, yang terdiri dari tokoh masyarakat dan adat Bangka Belitung. Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi, mengklaim bahwa prosedur pengiriman surat tersebut telah diikuti dengan benar.
Herman juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas di tengah kontroversi seputar Pj Gubernur. Dia menegaskan pentingnya menyatukan kekuatan menjelang Pemilu berikutnya.
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Beliadi, menjelaskan bahwa pihaknya hanya meneruskan aspirasi masyarakat sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Beliadi meminta Suganda untuk bersabar, menyatakan bahwa mereka tidak mengambil sikap pro atau kontra.
Suganda Pandapotan Pasaribu, melalui siaran pers dari Dinas Komunikasi dan Informatika Bangka Belitung, menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan serangan hoaks terhadap dirinya tanpa penindakan. Dia menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan zalim.
Suganda juga mengkritik pengiriman surat evaluasi tanpa klarifikasi terlebih dahulu, menegaskan bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Ia menekankan bahwa tidak akan membiarkan dirinya menjadi target serangan fitnah, dusta, dan makian tanpa memberikan respons yang tegas.
Suganda mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menghadapi berita yang beredar, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Dia mengajak masyarakat untuk memverifikasi informasi agar dapat memilah informasi yang benar dan bertindak dengan bijak. (Red)