Jakarta, LaporPak.Co.Id - Sugianto Kusuma, yang lebih dikenal dengan nama Aguan, adalah seorang pengusaha sukses asal Indonesia dan merupakan bos Agung Sedayu Group serta Bank Artha Graha. Namanya telah lama mencuat di dunia bisnis Indonesia dan dianggap sebagai salah satu dedengkot para naga (taipan etnis Tionghoa) di Jakarta. Aguan bukan hanya seorang pengusaha ulung, tetapi juga seorang filantropis yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Lahir di Palembang pada tahun 1951, tepatnya di kawasan 14 Ilir, Aguan memulai perjalanannya dalam dunia bisnis di era Presiden Soeharto. Sejak itu, namanya terus bersinar dan menjadi salah satu figur yang berpengaruh dalam dunia bisnis di Indonesia. Namun, yang membuat Aguan semakin istimewa adalah komitmennya terhadap kemanusiaan.
Selain kesuksesan dalam dunia bisnis, Aguan juga dikenal sebagai tokoh yang peduli terhadap masyarakat. Dia aktif terlibat dalam sebuah yayasan Buddha bernama Tzu Chi yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan. Aguan menghabiskan banyak waktunya untuk membantu dan menolong masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu proyek kemanusiaan yang dikenal adalah pembangunan rumah susun di Cengkareng, yang merupakan inisiatif dari Tzu Chi yang diprakarsai oleh Aguan. Sebanyak 1,100 unit rumah susun dibangun dan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Mereka hanya diminta membayar uang kebersihan sebesar Rp 90.000 dan merawat serta memelihara tempat tinggal mereka dengan baik. Larangan utama adalah menjual rumah tersebut.
Setelah selesai di Cengkareng, Tzu Chi melanjutkan proyek serupa di perkampungan nelayan Angke pada tahun 2006 dengan membangun 600 unit rumah yang menghabiskan biaya sekitar Rp 80 miliar. Aguan dan Tzu Chi tidak hanya membangun rumah, tetapi juga memberikan bantuan kesehatan, melakukan operasi katarak, dan bahkan memberikan bantuan beras sebanyak 50 ribu ton kepada 2,4 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia pada tahun 2004.
Selain itu, mereka juga mendirikan sekolah-sekolah dengan biaya terjangkau dan rumah sakit dengan biaya terjangkau di bawah naungan Budha Tzu Chi. Setelah terjadinya bencana tsunami di Aceh, Tzu Chi segera merespons dengan membangun rumah-rumah di beberapa wilayah, termasuk Meulaboh, Aceh Besar, dan Banda Aceh.
Di Palembang, Aguan melalui Yayasan Budha Tzu Chi, memberikan bantuan untuk memperbaiki 100 rumah warga yang tinggal di kondisi kumuh di kawasan 13/14 Ilir, tempat kelahirannya. Setiap rumah menerima alokasi dana sebesar Rp 40 juta.
Tindakan Aguan dalam dunia kemanusiaan bukanlah sekadar pencitraan, tetapi merupakan wujud nyata dari nilai-nilai sosial yang dipegangnya. Dedikasinya terhadap kemanusiaan telah membantu ribuan orang dan membangun harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Selain itu, Aguan juga dikenal sebagai pengusaha sukses yang memulai investasi besar dalam pembangunan Hotel Nusantara di Kawasan Ekonomi Khusus (IKN). Konsorsium yang dipimpin oleh Aguan membawa investasi senilai Rp20 triliun ke IKN, yang mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Aguan dan para konglomerat yang terlibat dalam investasi tersebut. Dia juga mengungkapkan bahwa selain Hotel Nusantara, masih akan ada proyek lain yang akan segera di groundbreaking di IKN.
Profil Sugianto Kusuma alias Aguan mencerminkan sosok pengusaha sukses yang tidak hanya membangun kekayaan pribadi, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan kembali kepada masyarakat melalui berbagai proyek kemanusiaan. Kesuksesan dalam bisnisnya menjadi sarana untuk mewujudkan perubahan positif dalam kehidupan orang lain, dan itulah yang membuatnya menjadi sosok yang patut diacungi jempol dalam dunia bisnis dan kemanusiaan. (Sumber : Tribun, Editor : Lapor Pak)