Pangkalpinang, – Kota Pangkalpinang dihebohkan oleh skandal dinas luar yang melibatkan anggota DPRD, Dian Rasyid. Dana perjalanan dinas yang mencapai jumlah yang sangat besar, sekitar 12 miliar rupiah per tahun, menjadi sorotan karena penggunaannya yang tidak transparan dan efisien. Senin (29/1/2024).
Dian Rasyid, anggota dewan yang menjadi perhatian, diduga membawa 10 tenaga honorer dalam satu dinas luar tanpa alasan yang jelas.
Tindakan ini menuai kritik tajam karena dianggap sebagai pemborosan uang negara yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan dan kepentingan publik.
Pada satu dinas luar yang dilakukannya, Dian Rasyid disorot karena dianggap memanfaatkan anggaran pemerintah tanpa pertanggungjawaban yang memadai.
Hal ini tentu menjadi ancaman serius terhadap kelangsungan pembangunan di Kota Pangkalpinang, terutama dalam situasi di mana anggaran pemerintah terbatas.
Meskipun telah ada upaya konfirmasi dari Asatu Online, Dian Rasyid hingga saat ini masih enggan memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Kepada media, Sekretaris DPRD Kota Pangkalpinang, Akhmad Alvian, menyatakan bahwa penjelasan resmi akan diberikan setelah adanya pertemuan.
“Izin pak, baiknya saya jelaskan sewaktu kita bertemu,” jelas Akhmad Alvian melalui pesan WhatsApp pada Jumat (26/1/2024).
Situasi ini semakin memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum dan proyek pembangunan yang lebih mendesak.
Skandal ini menjadi bukti nyata ketidaktransparanan pengelolaan dana publik yang seharusnya diawasi dengan ketat.
Warga Pangkalpinang menuntut adanya penyelidikan menyeluruh terkait tindakan tidak etis yang dilakukan oleh anggota DPRD.
Skandal ini menjadi peringatan bagi para pemangku kebijakan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dana publik dan memberikan pertanggungjawaban yang jelas kepada masyarakat. (Sumber : Asatu Online, Editor : KBO Babel)
Tags:
Peristiwa